"Independent Women Spirit Support Group" Jl. Budi Asih Gg. Bpk. Erin No. 7B Bandung - Jawa Barat Indonesia
Sunday, January 14, 2007
"Start Your Business" Training - Female Plus

I. LATAR BELAKANG
Female Plus adalah sebuah kelompok dukungan sebaya independen yang memfasilitasi ODHA maupun OHIDHA perempuan untuk saling berbagi pengalaman, kekuatan dan harapan yang berkaitan dengan fisik, emosional / psikologis, sosial-ekonomi, dan spiritual.
Banyaknya permasalahan yang dimiliki oleh ODHA / OHIDHA perempuan dan faktor kenyamanan membutuhkan sebuah perhatian khusus untuk menanggulanginya. Stigma dan diskriminasi terhadap ODHA / OHIDHA terutama perempuan membuat banyak timbulnya masalah sosial-ekonomi, dan psikologis.
Dalam beberapa kasus banyak ditemukan ODHA dari kalangan menengah kebawah yang tidak mempunyai penghasilan. Hal ini disebabkan karena terbatasnya kemampuan mereka mendapatkan lapangan pekerjaan, sehingga mereka dituntut untuk menciptakan lapangan pekerjaannya sendiri. Tetapi kebanyakan dari mereka tidak mempunyai cukup pengetahuan untuk menciptakan sumber penghasilannya, oleh karena itu Female Plus berusaha untuk memfasilitasi pelatihan “Mulai Bisnis Anda” agar mereka dapat merealisasikan ide bisnis nya.

II. TUJUAN

Adapun tujuan dari pelatihan Mulai Bisnis Anda adalah Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan kondisi perlindungan social dengan tujuan mencegah pengecualian social bagi ODHA & OHIDHA melalui:
•Kemampuan bekerja : Peningkatan pendidikan dan pelatihan vokasional untuk ODHA
dan OHIDHA
•Wirausaha : Membantu ODHA & OHIDHA untuk melakukan suatu kegiatan yang menghasilkan pendapatan dengan memberikan pelatihan ketrampilan dan dukungan marketing

III. PESERTA
Pelatihan Mulai Bisnis Anda akan diikuti oleh 20 orang peserta, terdiri dari ODHA & OHIDHA yang berasal dari wilayah Bandung Raya.

IV. HASIL YANG DIHARAPKAN
Diharapkan melalui pelatihan ini para peserta di wilayah Bandung Raya dan Jawa Barat. dapat mengidentifikasi peluang bisnis dan merealisasikan ide bisnisnya sehingga mereka dapat meningkatkan taraf hidupnya dan juga dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat pada umumnya.

V. METODE PERTEMUAN & METODE PELATIHAN
Materi pelatihan selama 6 hari antara lain menitikberatkan kepada pengetahuan dan keterampilan mengenai teori – teori untuk Mulai Bisnis Anda. Modul yang digunakan sesuai dengan standar ILO.


VI. PANITIA DAN FASILITATOR
Pada pelatihan ini akan melibatkan beberapa orang antara lain 2 Fasilitator dari Female Plus.
 
posted by femaleplusbandung at 7:11 PM | Permalink | 0 comments
Saturday, October 07, 2006



 
posted by femaleplusbandung at 12:58 PM | Permalink | 1 comments
Wednesday, May 31, 2006
“Lighting the Path to a Brighter Future” (International AIDS Candlelight Memorial, 2K6)

Peringatan Malam Renungan AIDS tahun ini mengambil tema “Lighting the Path to a Brighter Future”. Dan Malam Renungan AIDS Nusantara yang diselenggarakan di Bandung pada hari Rabu / 24 Mei 2006 di Plaza Balai Kota Bandung ini diprakarsai oleh KPA Kota Bandung & Forum AIDS Jabar (FAJAR), bekerjasama dengan LSM-LSM terkait (Sidikara, Yasbu, Bahtera, Grapiks, HIKHA Jabar, Srikandi Pasundan. Abiasa, Rumah Cemara, PKBI Jabar, Yaspri, 25 Messengers, SDM, YMS, Contact, Walhi, dan Jangkar Jabar), dan juga didukung oleh Kelompok Dukungan Sebaya yang ada di Bandung (Bandung Plus Support, Female Plus, Circle of Spirit, Minoritas Plus, Positive Anonymous, Independent Plus Support, dan PAKTA).

Pada awalnya “The International AIDS Candlelight Memorial” yang diselenggarakan di lebih dari 3.000 kota di 85 negara ini diadakan pada tahun 1983, pada saat itu penyebab AIDS belum diketahui & tidak kurang dari seribu kasus kematian karena AIDS sudah tercatat.

Sejak tahun 1983, sebuah pandemik menyatakan bahwa lebih dari 28 juta orang, dari 42 juta ODHA masih hidup. AIDS akan terus menerus merusak masyarakat di seluruh dunia.

Candlelight telah menjadi sebuah jalan bagi masyarakat untuk mengambil tindakan dengan cara renungan bersama bagi orang yang dicintai yang meninggal karena AIDS, dan melawan pandemik yang sedang terjadi dengan memperkuat komitmen di tingkat lokal & nasional.

Di dalam masyarakat kecil, hal ini dapat meningkatkan kesadaran, pemahaman, jiwa volunteer, dan kegiatan pengumpulan dana.

Di kota-kota besar, hal ini menjadikan sebuah warna bagi orang-orang yang peduli terhadap AIDS. Dari keseluruhannya, peristiwa ini menunjukkan rasa solidaritas secara global & membangkitkan perhatian media di seluruh dunia.

Peringatan Malam Renungan AIDS merupakan sebuah katalisator bagi masyarakat di seluruh dunia untuk membicarakan masalah HIV/AIDS di lingkungannya. Ini merupakan sebuah peristiwa yang unik, mengundang perdebatan, pendidikan, kesadaran & tindakan.

Adapun tujuan dari peringatan Malam Renungan AIDS ini adalah untuk:

Mengenang mereka yang telah meninggal karena AIDS

Memberikan dukungan bagi mereka yang hidup dengan HIV/AIDS

Menciptakan kesadaran masyarakat dan mengurangi stigma & diskriminasi terhadap

HIV/AIDS

Menggerakkan keterlibatan masyarakat agar ikut berjuang melawan HIV/AIDS

.......................Untuk pertama kalinya aku mengikuti acara ini, tak kuasa kubendung air mata yang terus bercucuran dari pelupuk mataku. Seberkas cahaya lilin di genggaman tanganku menjadi saksi & bukti akan adanya hari esok yang lebih cerah untukku... dan untuk sahabat-sahabatku............................


God,

grant me
the serenity
to accept the things I cannot change,
the courage
to change the things I can change,
and the wisdom
to know the difference.

Untuk sahabat-sahabat yang telah mendahului kami, selamat jalan.......................

 
posted by femaleplusbandung at 4:42 PM | Permalink | 0 comments
Wednesday, May 03, 2006
 
posted by femaleplusbandung at 5:03 PM | Permalink | 0 comments
 
posted by femaleplusbandung at 5:01 PM | Permalink | 0 comments
Monday, April 17, 2006

Keterlibatan Pria dalam Kesetaraan Jender untuk Pencegahan HIV/AIDS


Secara global, perempuan dan anak-anak perempuan telah dibuat rentan terhadap infeksi oleh ketimpangan dan faktor politik, hukum, sosial dan ekonomi, dan keamanan.


Ketimpangan jender serta norma-norma dan hubungan jender, termasuk praktek-praktek sekitar seksualitas, perkawinan dan reproduksi, praktek-praktek tradisi yang merugikan, penghalang pendidikan perempuan dan anak-anak perempuan, kurangnya akses perempuan terhadap informasi kesehatan dan perawatan, dan akses terhadap pemberdayaan ekonomi, sosial, hukum, dan politik yang tidak memadai merupakan penghalang kontekstual utama bagi pencegahan HIV yang efektif.

Koalisi Global tentang Perempuan dan AIDS yang dipimpin oleh UNAIDS telah mengidentifikasi tujuh wilayah tindakan untuk mengatasi kerentanan perempuan terhadap HIV, yaitu:

  1. Mencegah HIV di kalangan perempuan muda dan anak-anak perempuan, dengan berfokus pada peningkatan perawatan kesehatan reproduksi;
  2. Mengurangi kejahatan terhadap perempuan;
  3. Melindungi hak milik dan hak waris perempuan dan anak-anak perempuan;
  4. Menjamin akses yang setara oleh perempuan dan anak-anak perempuan terhadap perawatan dan pengobatan;
  5. Mendukung perawatan berbasis masyarakat yang ditingkatkan dengan perhatian khusus kepada perempuan dan anak-anak perempuan;
  6. Mempromosikan akses terhadap pilihan-pilihan pencegahan yang ada, termasuk kondom untuk wanita, dan penelitian teknologi pencegahan baru seperti mikrobisida;
  7. Mendukung upaya-upaya yang sedang berjalan menuju pendidikan universal bagi anak-anak perempuan.


Melibatkan pria dan anak laki-laki sangat penting dalam upaya-upaya ini untuk mendapatkan dampak jangka panjang tentang ketimpangan jender. Melibatkan pria merupakan hal yang penting tidak hanya karena mereka sering mengendalikan kerentanan anak-anak perempuan dan wanita terhadap HIV.


Norma-norma kemasyarakatan tentang maskulinitas dan jender juga mempertinggi kerentanan pria terhadap HIV karena norma-norma tersebut mendorong pria untuk terlibat dalam perilaku yang mempertaruhkan resiko kesehatannya dan menolak anggapan bahwa mereka memerlukan pelayanan dan informasi yang bersifat melindungi.


Laki-laki, sebagaimana wanita, dipengaruhi oleh norma-norma jender dan dikungkung oleh nilai-nilai harapan dan kepercayaan tradisi. Ini perlu diatasi dan diubah bila pria dan wanita harus dilindungi dari infeksi HIV, dan jika pria didorong untuk memainkan peran dengan tanggungjawab yang lebih banyak dalam pencegahan HIV. Perhatian khusus perlu diberikan kepada anak laki-laki dalam hal sosialisasi terhadap nilai-nilai jender.



[Man and AIDS: A Gendered Approach (World AIDS Campaign). Jenewa, UNAIDS, 2000]
 
posted by femaleplusbandung at 2:03 PM | Permalink | 0 comments
Sunday, March 05, 2006
 
posted by femaleplusbandung at 4:37 PM | Permalink | 0 comments
Wednesday, March 01, 2006

Female+ adalah sebuah kelompok dukungan sebaya independent yang memfasilitasi ODHA maupun OHIDHA perempuan untuk saling berbagi pengalaman, kekuatan dan harapan yang berkaitan dengan fisik, emosional/psikologis, sosial dan spiritual.


Didirikan pada tanggal 30 Agustus 2003 oleh 6 orang ODHA perempuan di Bandung yang memiliki tujuan memberdayakan ODHA maupun OHIDHA perempuan dan mendukung kesetaraan gender di wilayah Jawa Barat.


Setelah sempat terjadi kekosongan kegiatan yang diakibatkan oleh sibuknya masing-masing anggota, maka pada bulan Juni 2005, dikarenakan mulai timbulnya kembali kebutuhan akan kelompok dukungan untuk perempuan, dan atas inisiatif beberapa anggota, Female+ mulai diaktifkan kembali. Sampai saat ini Female+ beranggotakan 20 ODHA perempuan, 4 OHIDHA, dan 4 ODHA Balita.



VISI & MISI

Visi :

Positive women for positive life


Misi :

Memberdayakan perempuan

Memberdayakan anak-anak & perempuan ODHA/OHIDHA

Menyediakan support group


Tujuan Umum :

Memberikan dukungan, harapan, kekuatan & informasi bagi ODHA & OHIDHA perempuan.


Tujuan Khusus :

Mempermudah akses & layanan bagi ODHA & OHIDHA perempuan.


Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut, Female+ dengan menerapkan prinsip GIPA (Greater Involve People with HIV/AIDS) menetapkan sasaran penerima layanannya sebagai berikut :

  1. Orang-orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) Perempuan

Banyaknya permasalahan yang dimiliki oleh ODHA perempuan dan faktor kenyamanan membutuhkan sebuah perhatian khusus untuk menanggulanginya. Akses informasi yang up to date, layanan CST (Care, Support and Treatment), PMTCT (Preventive Mother To Child Transmission), Capacity building, dan Leadership merupakan sebuah kebutuhan yang mendesak untuk ditanggulangi bersama.


  1. Masyarakat Umum

Stigma dan diskriminasi terhadap ODHA terutama perempuan membuat banyak timbulnya masalah sosial dan psikologis. Banyaknya informasi yang tidak akurat yang beredar di masyarakat menjadikan program-program penanggulangan masalah tersebut menjadi tidak efektif. Pada akhirnya para penderita menstigma diri mereka sendiri yang berujung pada keputusasaan. Melalui informasi yang tepat tentang HIV/AIDS dapat ditanggulangi secara lebih akurat.


  1. Keluarga

Faktor keluarga merupakan sebuah dukungan yang kuat untuk ODHA menjalani hidupnya kembali dengan lebih baik. Pengetahuan yang akurat dan up to date tentang HIV/AIDS dapat menjadi sebuah dukungan yang kuat, baik itu untuk ODHA maupun OHIDHA.


Profil lembaga ini dibuat agar pihak-pihak yang akan, sedang, dan telah menjalin kerjasama dengan kami dapat memahami dan melihat Female+ secara lebih jelas.

Kami memahami bahwa tidaklah mudah menanggulangi masalah HIV/AIDS di masyarakat manapun, namun tidak adanya tindakan nyata untuk menanggulanginya akan lebih memperburuk masalah tersebut.

Bekerja secara bersama akan membuat masalah ini dapat ditanggulangi dan tidak menjadi tanggungjawab salah satu pihak, tetapi menjadi tanggungjawab bersama.

 
posted by femaleplusbandung at 12:46 PM | Permalink | 0 comments